Satu Jam yang Magis

french pink

74 hal. | Grasindo, 2014

Saya sedang membaca 1Q84. Tuhan tahu seberapa tebal buku Haruki Murakami itu. Di pertengahan bagian kedua, saya merasa membutuhkan udara segar dan ingin mengganti bacaan sejenak. Tidak boleh bacaan yang panjang karena saya tidak ingin meninggalkan 1Q84 terlalu lama. Tidak boleh terlalu rumit pula karena bisa-bisa nanti saya lupa pada apa yang terjadi terhadap Tengo dan Aomame.

Nah, pas sekali, Prisca Primasari baru saja merilis French Pink. Sebuah novella tujuh puluh empat halaman. Dan, sebenarnya saya sudah tertarik pada buku ini sejak obrolan kami di Malang pada akhir Oktober. Ketika itu, Prisca sedikit bercerita kepada saya mengenai buku ini dan hal-hal yang menginspirasi kisah di dalamnya: Jiyugaoka, sebuah distrik bernuansa Eropa di Tokyo, dan shinigami sang pencabut nyawa.
Continue reading “Satu Jam yang Magis”