Step Up Your Game With Jia Effendie

jia article
Jia Effendie (kiri) sedang memberikan konsultasi kepada penulis.

Sore itu, saya mencari Jia Effendie di Hotel Morissey. Jia sedang di Jakarta dan kami sudah lama tidak bertemu sejak Walking After You. Jadi, walaupun tahu Jia sibuk, saya memintanya–atau boleh juga disebut memaksanya–menyediakan waktu agar kami bisa mengobrol barang satu atau dua jam.

Saya mengenal Jia lewat GagasMedia, saat dia masih menjadi editor di sana. Kami bekerja sama dua kali, untuk buku London: Angel dan Last Forever; dan sampai sekarang saya masih berterima kasih atas bantuan Jia untuk dua buku tersebut. Kini, Jia bekerja secara lepas.

Tetapi, sesungguhnya sore itu saya mencari Jia bukan semata-mata untuk melepas kangen. Saya–seperti Nick Wilde–punya maksud terselubung. Beberapa bulan belakangan, saya memperhatikan Jia dan mengetahui bahwa ia membuka jasanya lebih luas.

Continue reading “Step Up Your Game With Jia Effendie”