Tidak Hanya Untuk Pencinta Kucing

the travelling cat chronicle 2

247 hal. | Doubleday

It’s not the journey that counts, but who is at your side.

Di sampul belakang buku ini, A Waterstone Bookseller berkata, “This is the book I am giving everyone.” Itu benar. Saya mungkin tidak akan bisa memberikan buku ini kepada semua orang–sayangnya, buku ini masih sulit didapatkan. Tetapi, saya akan menyarankannya kepada semua orang. Continue reading “Tidak Hanya Untuk Pencinta Kucing”

Rantai Kebaikan Gitta

IMG_3849

256 hal. | GPU, 2015

Setiap manusia memiliki hantunya masing-masing…

Gitta hanya ingin mencoba mengikuti permainan yang digagas seorang temannya, Yunike, di facebook. Permainan pay it forward di mana Yunike akan memilih tiga orang pertama yang menuliskan “I’m in” di kolom komentar untuk ia beri hadiah. Persyaratannya hanyalah tiga orang tersebut harus melakukan hal yang sama; copy paste status Yunike di laman facebook masing-masing dan memilih tiga orang pengomentar pertama untuk diberi hadiah. Pay it forward adalah rantai kebaikan yang (sebaiknya) tidak terputus.
Continue reading “Rantai Kebaikan Gitta”

Our Slice of Romance

Februari selalu bernuansa dadu. Bunga. Pita. Cokelat. Makan malam romantis. Kecupan manis. Bisa juga sepasang macchiato atau teh hangat untuk sepasang sahabat. Atau, semangkuk besar pasta dan sederetan film di ruang keluarga. Atau, bagaimana jika setumpuk roman di sisi tempat tidur?

Kami menyukai kisah cinta. Sangat. Barangkali, sebagian besar buku yang kami baca bertema cinta. Seperti kebanyakan perempuan, kami senang membayangkan lelaki sempurna, pertemuan yang tidak disangka-sangka, obrolan hangat yang memancing senyum dan rona merah di pipi, janji seumur hidup, dan kata-kata “bahagia selama-lamanya” di lembar terakhir.

Nah. Bulan ini, kami ingin berbagi salah satu buku romantis kesayangan kami. Ada sedikit cerita mengenai mengapa kami menyukainya, tentang cinta yang ada di dalamnya, dan bagaimana kami berkenalan dengan kisah itu, dan apa pengaruhnya bagi kami.

Continue reading “Our Slice of Romance”

Satu Jam yang Magis

french pink

74 hal. | Grasindo, 2014

Saya sedang membaca 1Q84. Tuhan tahu seberapa tebal buku Haruki Murakami itu. Di pertengahan bagian kedua, saya merasa membutuhkan udara segar dan ingin mengganti bacaan sejenak. Tidak boleh bacaan yang panjang karena saya tidak ingin meninggalkan 1Q84 terlalu lama. Tidak boleh terlalu rumit pula karena bisa-bisa nanti saya lupa pada apa yang terjadi terhadap Tengo dan Aomame.

Nah, pas sekali, Prisca Primasari baru saja merilis French Pink. Sebuah novella tujuh puluh empat halaman. Dan, sebenarnya saya sudah tertarik pada buku ini sejak obrolan kami di Malang pada akhir Oktober. Ketika itu, Prisca sedikit bercerita kepada saya mengenai buku ini dan hal-hal yang menginspirasi kisah di dalamnya: Jiyugaoka, sebuah distrik bernuansa Eropa di Tokyo, dan shinigami sang pencabut nyawa.
Continue reading “Satu Jam yang Magis”