Tidak Hanya Untuk Pencinta Kucing

the travelling cat chronicle 2

247 hal. | Doubleday

It’s not the journey that counts, but who is at your side.

Di sampul belakang buku ini, A Waterstone Bookseller berkata, “This is the book I am giving everyone.” Itu benar. Saya mungkin tidak akan bisa memberikan buku ini kepada semua orang–sayangnya, buku ini masih sulit didapatkan. Tetapi, saya akan menyarankannya kepada semua orang.

Saya menemukan The Travelling Cat Chronicle di sebuah toko buku di Bandara Soekarno Hatta pada suatu pagi. Saat bepergian, ada kalanya saya tidak membawa buku. Sengaja, karena saya berniat mencarinya di perjalanan. Dan, entah mengapa, buku yang saya dapatkan saat bepergian selalu terasa spesial. Seperti itu pula The Travelling Cat Chronicle.

Buku ini ditulis oleh Hiro Arikawa, diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Philip Gabriel–yang menerjemahkan buku-buku Haruki Murakami. Kisahnya berputar di kehidupan Satoru Miyawaki dan kucingnya, Nana; menggunakan dua sudut pandang: sudut pandang Nana dan sudut pandang orang ketiga.

Membicarakan buku dengan sudut pandang kucing mengingatkan saya terhadap I Am a Cat Soseki. Tetapi, Nana adalah kucing dengan karakter yang berbeda. Lebih modern, lebih ekspresif, lebih humoris. Ia seekor pengamat juga, tetapi tidak membosankan. Jangan khawatir, ia tidak akan membuat kalian mengerutkan alis. Lagi pula, The Travelling Cat Chronicle bukan buku berat. Bahkan, anak saya sanggup membacanya.

the travelling cat chronicle 1

Di cerita, Nana tinggal bersama Satoru hampir selama lima tahun. Semula, ia adalah kucing liar kecil yang kerap tidur di bawah van Satoru, di pelataran parkir sebuah apartemen di Tokyo. Sesekali, Satoru akan memberinya keripik dan Nana akan membiarkan Satoru mengusap kepalanya. Sebuah peristiwa akhirnya membuat Nana tinggal bersama Satoru. Nama “Nana” ia dapatkan dari Satoru–meskipun sesungguhnya ia adalah kucing jantan sementara “Nana” adalah nama perempuan.

Suatu hari, Satoru mengajak Nana bepergian keliling Jepang menggunakan van untuk mengunjungi tiga teman lama Satoru. Karena alasan yang tidak pernah diungkapkan oleh Satoru, mereka tidak lagi bisa tinggal bersama dan Satoru bermaksud mencarikan pemilik baru untuk Nana.

Setiap mereka tiba di rumah salah satu dari tiga teman lama Satoru tersebut, Nana menemukan sepotong kisah tentang Satoru, bagian dari kehidupan Satoru yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya, serpihan penting. Setiap kali itu pula, tanpa sadar, mereka membantu  teman yang mereka kunjungi menyelesaikan sesuatu dari masa lalu yang masih mengganjal.

Saya mengikuti perjalanan Satoru dan Nana sambil tertawa, dan tersenyum, dan menitikkan air mata, dan senantiasa merasakan kehangatan di dada. Ini tipe buku Jepang yang lama tidak saya baca. Sederhana, lembut, meresap dalam secara diam-diam. Sensasinya serupa dengan ketika saya membaca Be With You Ichikawa Takuji. Sangat menyentuh.

Bacalah. The Travelling Cat Chronicle tidak hanya untuk pencinta kucing. Karena, sesungguhnya, buku ini bukan tentang kucing. Buku ini tentang persahabatan, keluarga, dan cinta.

Tetapi, jika kalian pencinta kucing dan tertarik untuk membaca semata-mata karena ingin mengetahui bagaimana Nana memandang kita–manusia–dan kehidupan, buku ini sempurna. Nana tidak akan mengecewakan kalian. Dan, kalian pasti jatuh cinta kepadanya.

Kiss,

W

 

2 thoughts on “Tidak Hanya Untuk Pencinta Kucing

  1. halo mbak, aku pembaca blog ini dari awal. Senang akhirnya ada postingan baru setelah hiatus sekian lama. Semoga kedepan akan lebih banyak tulisan lagi

    Like

Leave your traces...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s