Step Up Your Game With Jia Effendie

jia article
Jia Effendie (kiri) sedang memberikan konsultasi kepada penulis.

Sore itu, saya mencari Jia Effendie di Hotel Morissey. Jia sedang di Jakarta dan kami sudah lama tidak bertemu sejak Walking After You. Jadi, walaupun tahu Jia sibuk, saya memintanya–atau boleh juga disebut memaksanya–menyediakan waktu agar kami bisa mengobrol barang satu atau dua jam.

Saya mengenal Jia lewat GagasMedia, saat dia masih menjadi editor di sana. Kami bekerja sama dua kali, untuk buku London: Angel dan Last Forever; dan sampai sekarang saya masih berterima kasih atas bantuan Jia untuk dua buku tersebut. Kini, Jia bekerja secara lepas.

Tetapi, sesungguhnya sore itu saya mencari Jia bukan semata-mata untuk melepas kangen. Saya–seperti Nick Wilde–punya maksud terselubung. Beberapa bulan belakangan, saya memperhatikan Jia dan mengetahui bahwa ia membuka jasanya lebih luas.

Continue reading “Step Up Your Game With Jia Effendie”

Buku Kreatif di Bras Basah

IMG-20180521-WA0006

Pertengahan Mei kemarin, saya melakukan impulsive trip ke Singapore bersama seorang teman. Lalu, saya memasukkan tempat ini ke dalam list itinerary kami; Basheer Graphic Bookstore. Toko buku ini sesungguhnya sudah lama berdiri. Namun, dengan bodohnya, setiap kali melakukan trip ke Singapore, tempat ini kerap saya lewatkan. Tetapi, tentunya tidak kali ini.

Continue reading “Buku Kreatif di Bras Basah”

Tidak Hanya Untuk Pencinta Kucing

the travelling cat chronicle 2

247 hal. | Doubleday

It’s not the journey that counts, but who is at your side.

Di sampul belakang buku ini, A Waterstone Bookseller berkata, “This is the book I am giving everyone.” Itu benar. Saya mungkin tidak akan bisa memberikan buku ini kepada semua orang–sayangnya, buku ini masih sulit didapatkan. Tetapi, saya akan menyarankannya kepada semua orang. Continue reading “Tidak Hanya Untuk Pencinta Kucing”

Kisah Catatan Kota Penuh Warna

IMG_8092

Masih tentang Jepang, tapi bukan tentang perjalanan saya.

Adalah seseorang bernama @theutins yang bermimpi untuk bisa pergi ke Jepang. Pada satu ketika, ia berhasil mewujudkan mimpinya tersebut. Perjuangannya tidak sia-sia, perjalanannya ke Jepang membuat cintanya pada negara tersebut berkali lipat. Tampaknya ia ingin berbagi kebahagiaannya. Sebagai seorang ilustrator, ia pun mulai mencatat perjalanannya dalam bentuk gambar. Gambar-gambar tersebut akhirnya terkumpul menjadi sebuah buku.
Continue reading “Kisah Catatan Kota Penuh Warna”

Itoya, surga kecil di Ginza

IMG_7217

Kami berdua tergila-gila dengan stationery bukanlah hal baru. Mungkin, bagi kami, adalah sebuah surga kecil yang terlihat di mata ketika kami masuk ke dalam sebuah toko stationery. Persis seperti itulah yang saya rasakan ketika masuk ke Itoya.

Akhir November lalu saya pergi ke Tokyo untuk berlibur. Ketika saya sampaikan ini pada Windry, ia lalu mengatakan bahwa saya harus mampir ke Itoya. Itoya adalah toko stationery terlengkap di Jepang. Sesungguhnya ia memiliki beberapa cabang yang tersebar, namun yang paling besar berada di Ginza.
Continue reading “Itoya, surga kecil di Ginza”